Rabu, 11 November 2015

terapi tradisonal hipertensi



MAKALAH
OBAT TRADISIONAL HIPERTENSI

Oleh :
Anik Wijayanti             20120986
Dedy Supriyanto
Lia Yunitasari

AKPER MUHAMMADIYAH KENDAL
2014/2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT bahwa kami telah menyelesaikan tugas makalah “OBAT TRADISIONAL HIPERTENSI” dalam bentuk makalah.
Makalah ini disusun untuk membantu peserta didik keperawatan khususnya dan perawat pada umumnya dalam mempelajari konseptual keperawatan.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini tidak sedikit hambatan yang kami hadapi. Kami merasa masih banyak kekurangan baik dalam teknik penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki kami. Namun kami menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan makalah ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala – kendala yang kami hadapi dapat teratasi.
Oleh karena itu kami mengucapkan terimakasih kepada :
1.    Direktur Akper Muhammadiyah Kendal
2.    Dosen pembimbing Nur Zuhri, S.Kep,Ns
3.    Kedua orang tua
4.    Teman – teman mahasiswa Akper Muhammadiyah Kendal

Harapan Kami dengan makalah ini pengetahuan dan interest calon perawat terhadap kemampuan nelakukan pendekatan asuhan keperawatan terhadap pasien atau klien bertambah, sehingga para calon perawat lebih siap menghadapi problem keperawatan secara efisien.




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                   halaman
KATA PENGANTAR............................................................................................ ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................... iii
BAB I          :  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang....................................................................... iii
B.     Rumusan Masalah.................................................................. iii
C.     Tujuan..................................................................................... iii
D.    Manfaat.................................................................................. iv
BAB II           :  KONSEP DASAR
A.    TERAPI KIMIA.................................................................... 1
B.     TERAPI TRADISONAL..................................................... 10
C.     TERAPI FISIK.................................................................... 13
BAB VI          :  PENUTUP
A.    Kesimpulan............................................................................. 16
B.     Saran....................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia, Negara yang memiliki begitu banyak keanekaragaman baik habitat, maupun flora dan fauna yang dimilikinya. Keanekaragaman ini pula membuat Indonesia memiliki banyak keanekaragaman hayati termasuk juga keanekaragaman tanaman obat tradisional atau lebih sering dikenal dengan tanaman herbal.

Pada masyarakat modern ini, masyarakat belum begitu tahu tentang manfaat apa saja yang dapat kita peroleh dari tanaman herbal untuk kesehatan, itu dikarenakan masyarakat lebih mengenal obat – obatan dari bahan kimia, baik karena anjuran dari resep dokter yang lebih sering memberikan resep untuk membeli obat – obatan kimia di apotek atau pun karena mudah didapatkan di toko atau warung terdekat, sehingga membuat masyarakat kurang mengetahui kelebihan tersendiri yang dimiliki tanaman herbal ketimbang obat - obatan kimia yang biasa mereka konsumsi, bahkan terkadang masyarakat saat membeli obat tidak begitu tahu kandungan obat yang diresepkan oleh dokter.

B.  Rumusan Masalah

Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :

1.      Terapi kimia
2.      Terapi tradisional
3.      Terapi tubuh

C.   Tujuan

1.      Tujuan Umum
Adapun tujuan umum dari penulisan makalah ini yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui tentang asuhan keperawatan glomerulonefritis akut.

2.      Tujuan Khusus:
a.       Mahasiswa mampu mengetahui terapi kimia pada penderita hipertensi
b.      Mahasiswa mampu mengetahui terapi tradisional pada penderita hipertensi
c.       Mahasiswa mampu mengetahui terapi fisik pada penderita hipertensi

D.      Manfaat

a.       Agar mahasiswa mengetahui terapi kimia pada penderita hipertensi
b.      Agar mahasiswa mengetahui terapi tradisional pada penderita hipertensi
c.       Agar mahasiswa mengetahui terapi tradisional pada penderita hipertensi

BAB II
KONSEP DASAR


A.    TERAPI KIMIA

1.      DIURETIK
Bekerja melalui berbagai mekanisme untuk mengurangi curah jantung dan menyebabkan ginjal meningkatkan ekskresi garam dan air.

Khasiat Diuretik :
berawal dari efeknya meningkatkan ekskresi natrium, klorida, dan air, sehingga mengurangi volume plasma dan cairan ekstrasel. TD turun akibat berkurangnya curah jantung, sedangkan resistensi perifer tidak berubah pada awal terapi. Pada pemberian kronik, volume plasma kembali tetapi masih kira-kira 5% dibawah nilai sebelum pengobatan. Curah jantung kembali mendekati normal.TD tetap turun karena sekarang resistensi perifer menurun. Vasodilatasi perifer yang terjadi kemudian tampaknya bukan efek langsung tiazid tetapi karena adanya penyesuaian pembuluh darah perifer terhadap pengurangan volume plasma yang terus-menerus. Kemungkinan lain adalah berkurangnya volume cairan interstisial berakibat berkurangnya kekakuan dinding pembuluh darah dan bertambahnya daya lentur (compliance) vaskular.

a.       DIURETIK TIAZID
Menghambat reabsorpsi natrium dan klorida pada pars asendens ansa henle tebal, yang menyebabkan diuresis ringan. Suplemen kalium mungkin diperlukan karena efeknya yang boros kalium.



1)      TABLET HYDROCLOROTHIAZIDE ( HTC )
Golongan obat antihipertnsi ini merupakan obat antihipertensi yang prosesnya melalui pengeluaran cairan tubuh via urin. Golongan antihipertensi ini cukup cepat menurunkan tekanan darah namun dengan prosesnya yang melalui pengeluaran cairan, ada kemungkinan besar potassium (kalium) terbuang.
Sediaan obat : Tablet
Mekanisme kerja : mendeplesi (mengosongkan) simpanan natrium sehingga volume darah, curah jantung dan tahanan vaskuler perifer menurun. Dan menghambat reabsorpsi natrium dan klorida dalam pars asendens ansa henle tebal dan awal tubulus distal. Hilangnya K+, Na+, dan Cl- menyebabkan peningkatan pengeluaran urin 3x. Hilangnya natrium menyebabkan turunnya GFR.
Farmakokinetik : diabsorbsi dengan baik oleh saluran cerna. Didistribusi keseluruh ruang ekstrasel dan hanya ditimbun dalam jaringan ginjal.
Indikasi : digunakan untuk mengurangi udema akibat gagal jantung, cirrhosis hati, gagal ginjal kronis, hipertensi, Obat awal yang ideal untuk hipertensi, edema kronik, hiperkalsuria idiopatik. Digunakan untuk menurunkan pengeluaran urin pada diabetes inspidus (GFR rendah menyebabkan peningkatan reabsorpsi dalam nefron proksimal, hanya berefek pada diet rendah garam)
Kontraindikasi : hypokalemia, hypomagnesemia, hyponatremia, hipertensi pada kehamilan, hiperurisemia, hiperkalsemia, oliguria, anuria, kelemahan, penurunan aliran plasenta, alergi sulfonamide, gangguan saluran cerna.
Tingkat Keamanan Menurut FDA :  Katagori C
Dosis :
-          Dewasa 25 – 50 mg/hr
-          Anak 0,5    1,0 mg/kgBB/ 12 – 24 jam
b.      LOOP DIURETIC
Lebih potensial dibandingkan tiazid dan harus digunakan dengan hati-hati untuk menghindari dehidrasi. Obat-obat ini dapat mengakibatkan hipokalemia, sehingga kadar kalium harus dipantau ketat. (Furosemid/Lasix)

1)      FUROSEMIDE
Nama paten : Cetasix, farsix, furostic, impungsn, kutrix, Lasix, salurix, uresix.
Sediaan obat : Tablet, capsul, injeksi.
Mekanisme kerja : mengurangi reabsorbsi aktif NaCl dalam lumen tubuli ke dalam intersitium pada ascending limb of henle dan menghambat reabsorpsi klorida dalam pars asendens ansa henle tebal. K+ banyak hilang ke dalam urin.
Indikasi : Diuretik yang dipilih untuk pasien dengan GFR rendah dan kedaruratan hipertensi. Juga edema, edema paru dan untuk mengeluarkan banyak cairan. Kadangkala digunakan untuk menurunkan kadar kalium serum.Edema paru akut, edema yang disebabkan penyakit jantung kongesti, sirosis hepatis, nefrotik sindrom, hipertensi.
Kontraindikasi : wanita hamil dan menyusui
Efek samping : pusing. Lesu, kaku otot, hipotensi, mual, diare. Hiponatremia, hipokalemia, dehidrasi, hiperglikemia, hiperurisemia, hipokalsemia, ototoksisitas, alergi sulfonamide, hipomagnesemia, alkalosis hipokloremik, hipovolemia.
Interaksi obat : indometasin menurunkan efek diuretiknya, efek ototoksit meningkat bila diberikan bersama aminoglikosid. Tidak boleh diberikan bersama asam etakrinat. Toksisitas silisilat meningkat bila diberikan bersamaan.
Tingkat Keamanan Menurut FDA : Katagori C

Dosis :  
-          Dewasa 40 mg/hr
-          Anak 2 – 6 mg/kgBB/hr

2.      ANTI ADRENERGIK
Agonis adrenergik meningkatkan tekanan darah dengan merangsang jantung (reseptor ß1) dan/atau membuat konstriksi pembuluh darah perifer (reseptor α1). Pada pasien hipertensi, efek adrenergik dapat ditekan dengan menghambat pelepasan agonis adrenergik atau melakukan antagonisasi reseptor adrenergik.
1)      Penghambat pelepasan adrenergik prasinaptik;
Dibagi menjadi antiadrenergik “sentral” dan “perifer”. Antiadrenergik sentral mencegah aliran keluar simpatis (adrenergic) dari otak dengan mengaktifkan reseptor α2 penghambat. Antiadrenergik perifer mencegah pelepasan norepinefrin dari terminal saraf perifer (misal yang berakhir di jantung). Obat-obat ini mengosongkan simpanan norepinefrin dalam terminal-terminal saraf.

2)      Blocker alfa dan beta
Bersaing dengan agonis endogen memperebutkan reseptor adrenergik. Penempatan reseptor α1 oleh antagonis menghambat vasokontriksi dan penempatan reseptor ß1 mencegah perangsangan adrenergik pada jantung.

(a)    ANTAGONIS RESEPTOR BETA
Bekerja pada reseptor Beta jantung untuk menurunkan kecepatan denyut dan curah jantung.

(1)   ASEBUTOL (BETA BLOKER)
Nama Paten : sacral, corbutol,sectrazide.
Sediaan obat : tablet, kapsul.
Mekanisme kerja : menghambat efek isoproterenol, menurunkan aktivitas renin, menurunka outflow simpatetik perifer.
Indikasi : hipertensi, angina pectoris, aritmia,feokromositoma, kardiomiopati obtruktif hipertropi, tirotoksitosis.
Kontraindikasi : gagal jantung, syok kardiogenik, asma, diabetes mellitus, bradikardia, depresi.
Efek samping : mual, kaki tangan dingin, insomnia, mimpi buruk, lesu
Interaksi obat : memperpanjang keadaan hipoglikemia bila diberi bersama insulin. Diuretic tiazid meningkatkan kadar trigleserid dan asam urat bila diberi bersaa alkaloid ergot. Depresi nodus AV dan SA meningkat bila diberikan bersama dengan penghambat kalsium
Dosis : 2 x 200 mg/hr (maksimal 800 mg/hr).
Tingkat Keamanan Menurut FDA : Kategori C

(2)   ATENOLOL (BETA BLOKER)
Golongan ini merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah bekerja dengan melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar pembuluh darah.
Nama paten : Betablok, Farnomin, Tenoret, Tenoretic, Tenormin, internolol.
Sediaan obat : Tablet
Mekanisme kerja : pengurahan curah jantung disertai vasodilatasi perifer, efek pada reseptor adrenergic di SSP, penghambatan sekresi renin akibat aktivasi adrenoseptor di ginjal.
Indikasi : hipertensi ringan – sedang, aritmia
Kontraindikasi : gangguan konduksi AV, gagal jantung tersembunyi, bradikardia, syok kardiogenik, anuria, asma, diabetes.
Efek samping : nyeri otot, tangan kaki rasa dingin, lesu, gangguan tidur, kulit kemerahan, impotensi.
Interaksi obat : efek hipoglikemia diperpanjang bila diberikan bersama insulin. Diuretik tiazid meningkatkan kadar trigliserid dan asam urat. Iskemia perifer berat bila diberi bersama alkaloid ergot.
Dosis : 2 x 40 – 80 mg/hr
Tingkat Keamanan Menurut FDA : Kategori C

3.      VASODILATOR

Contoh vasodilator antara lain:
a.       Penghambat angiotensin converting enzyme (ACE)
Menekan sintesis angiotensin II, suatu vasokonstriktor poten. Selain itu, penghambat ACE dapat menginduksi pembentukan vasodilator dalam tubuh.

ACE INHIBITOR
Berfungsi untuk menurunkan angiotensin II dengan menghambat enzim yang diperlukan untuk mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II. Hal ini menurunkan tekanan darah baik secara langsung menurunkan resisitensi perifer. Dan angiotensin II diperlukan untuk sintesis aldosteron, maupun dengan meningkatkan pengeluaran netrium melalui  urine sehingga volume plasma dan curah jantung menurun.

1)      KAPTOPRIL
Nama paten : Capoten, Zestril
Sediaan obat : Tablet
Mekanisme kerja : menghambat enzim konversi angiotensin sehingga menurunkan angiotensin II yang berakibat menurunnya pelepasan renin dan aldosterone.dan menghambat ACE pada paru-paru, yang mengurangi sintesis vasokonstriktor, angiotensin II. Menekan aldosteron, mengakibatkan natriuesis. Dapat merangsang produksi vasodilator (bradikinin, prostaglandin).
Indikasi : hipertensi, gagal jantung. hipertensi, terutama berguna untuk hipertensi dengan rennin tinggi. Obat yang disukai untuk pasien hipertensi dengan nefropatidiabetik karena kadar glukosa tidak dipengaruhi.
Kontraindikasi : hipersensivitas, hati – hati pada penderita dengan riwayat angioedema dan wanita menyusui. Dan semua penghambat ACE : dosis pertama hipotensi, pusing, proteinuria, ruam, takikardi, sakit kepala. Kaptopril jarang menyebabkan agrunolositosis atau neutropenia.
Dosis : 2 – 3 x 25 mg/hr.
Tingkat keamanan obat menurut (FDA) : Meskipun ACE Inhibitor dan ARBs memiliki factor resiko kategori C pada  kehamilan trimester satu, dan kategori D pada trimester dua dan tiga
Efek samping : batuk, kulit kemerahan, konstipasi, hipotensi, dyspepsia, pandangan kabur, myalgia.
Interaksi obat :  hipotensi bertambah bila diberikan bersama diuretika. Tidak boleh diberikan bersama dengan vasodilator seperti nitrogliserin atau preparat nitrat lain. Indometasin dan AINS lainnya menurunkan efek obat ini. Meningkatkan toksisitas litium.



NAMA OBAT ANTI HIPERTENSI YANG BEREDAR DI PASARAN

Tabel (Deuritik)
Gol.Obat
Merek dagang
Indikasi
Kontraindikasi
Efek Obat
Tiazid
Hydrodiuril
Ideal untuk hipertensi, dan edema-kronik
Ibu hamil, anuria
Hipokalemia,
Hiperglikemi,Oliguria, anuria, hiperkalsemia
Loop diuretic
Lasik (furosemid)
Untuk darurat hipertensi, edema, dan edema paru
Kekurangan elektrolit, anuria
Dehidrasi, hipokalemia, hiperglikemi, hipovolemia
Antagonis reseptor aldosteron
Midamor (amilorid)
Dapat mengoreksi alkalosis metabolik
Hiperkalemia berat dengan suplemen kalsium
Hiperkalemia, kekurangan natrium atau air

Tabel  (Simpatolitik)
Gol. Obat
Merek dagang
Indikasi
Kontraindikasi
Efek Obat
α – blocker
Klonidin (Catapresan)
Baik untuk hipertensi
Bradikardi,hipotensi,sindrom simpul sinus
Mulut kering, hipotensi, bradikardi, sedasi
β – blocker
Atenolol (Tenormin)
Baik untuk hipertensi ringan dan sedang
Diabetes berat, bradikardi, gagal jantung, asma
Depresi dan sedasi susunan saraf pusat

Tabel  (Penghambat Angiotensin)
Gol. Obat
Merek
Dagang
Indikasi
Kontraindikasi
Efek Obat
ACE inhibitor
Kaptopril
(Capoten)
Hipertensi dengan renin tinggi,

Hipotensi, pusing, ruam, takikardi
ARB
Losartan  (Lozaar)
Hipertensi esensial
Gangguan fungsi ginjal, anak-anak, kehamilan, masa menyusui
Vertigo, ruam kulit, gangguan ortostatik


 Tabel  (Vasodilatator)
Gol.Obat
Merek dagang
Indikasi
Kontraindikasi
Efek Obat
Hidralazin
Apresoline
Hipertensi sedang
Penyakit jantung iskemik
Retensi cairan, palpitasi, refleks takikardi
Monoksidil
Loniten
Hipertensi yang belum terkontrol
Penyakit jantung iskemik
Lesi otot jantung, hidralazin, hirsutisme,
Nitroprusid
Nipride
Krisis hipertensi

Hipotensi berat, hepatotoksisitas


B.     TERAPI TRADISONAL

1.      MENGKUDU
Merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, adalah salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang luar biasa.
Bahan-Bahan yang disiapkan :
1)      2 Mengkudu
2)      Jahe
3)      Kunyit
4)      Kapulogo
5)      Cengkeh
6)      Daun Sirih, dan
7)      Kayu manis
 Caranya :
1)      Siapkan bahan bahan diatas direbus dalam 350ml Air.
2)      Ambil mengkudu, jahe, kunyit, kapulogo, cengkeh, daun sereh, dan kayu manis.
3)      Setelah di potong-potong, ukuran sedang agar sari patinya cepat keluar.
4)      Lalu direbus Gunakan api yang sedang.
5)      Setelah 20 menit, obat herbal penurun hipertensi dengan buah mengkudu tersebut siap di minum.
-          Di anjurkan diminum sehari 3x. Pada pagi hari setelah bangun tidur.
-          Secara sederhana kita juga dapat membuat dengan mengupas kulitnya, peras sambil di saring. Kemudian langsung diminum dengan madu.

2.      SELEDRI
Khasiat seledri untuk mengurangi tekanan darah sudah dipraktikkan masyarakat sejak lama. Dalam ilmu botani, daun seledri dikatakan memiliki kandungan Apigenin yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah dan Phthalides yang dapat mengendurkan otot-otot arteri atau membuat rileks pembuluh darah. Kandungan itulah yang mengatur aliran darah yang memungkinkan pembuluh darah membesar dan mengurangi tekanan darah. Meski tidak secara langsung efeknya terasa, tetapi lambat laun pegal dan rasa berat di bagian kepala dan leher belakang segera mereda.
Caranya :
1)      Ambillah segenggam daun seledri lalu tumbuk sampai halus
2)      Kemudian campur dengan air matang dan saringlah pada sebuah kain bersih / saringan halus. Usahakan air saringan sampai satu gelas
3)      Diamkan selama satu jam baru diminum dengan sedikit ampas
4)      Minum secara rutin setiap pagi dan sore
3.      WORTEL
Selain sebagai penyedia vitamin A,  Wortel juga bermanfaat untuk pencegahan timbulnya penyakit Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi,  penyakit jantung, penangkal kanker dan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.  Wortel sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak maupun dewasa karena wortel juga kaya akan vitamin C, vitamin K dan potasium.
Caranya :
1)      Cuci wortel hingga bersih
2)      Setelah bersih potong – potong seperlunya
3)      Blender sampai lembut saring
4)      Minum ramuan herbal wortel 3 x 1 hari, lakukan secara rutin
4.      MELON
Melon bisa membantu mengatasi masalah tekanan darah tinggi karena mengandung asam amino (citruline). Buah melon juga memiliki sifat dierik sehingga bisa digunakan untuk menjaga ataupun membantu menyembuhkan penyaklt ginjal. Tak hanya itu, kandungan edenosine pada buah melon juga berkhasiat untuk mencegah ataupun menghentikan penggumpalan darah, serta bekerja untuk melancarkan peredaran sel-sel darah merah. Dengan demikian, buah melon juga bisa dimanfaatkan untuk membantu memperkecil rislko serangan jantung.
Caranya :
1)      Satu buah melon segar berukuran kecil dicuci bersih dengan air mengalir lalu potong menjadi 16 bagian
2)      Untuk menghindari tekanan darah yang turun drastis, maka Anda hanya disarankan untuk mengambil dua bagian buah tersebut lalu dikupas kulitnya.
3)      Dua kali sehari setelah makan pagi ataupun makan siang.

5.      TIMUN
Khasiat mentimun untuk darah tinggi sangat baik. Alasannya tak lain adalah sifat uretic pada mentimun yang terdiri dari 90% air mampu mengeluarkan kandungan garam dari dalam tubuh. Mineral yang kaya dalam buah mentimun memang mampu mengikat garam dan dikeluarkan melalui urin.
Caranya :
1)      Ambil buah timun, cuci hingga bersih
2)      Kukus dan dinginkan
3)      Makan 1 x 1 hari atau
Atau
1)      Haluskan atau parut satu buah timun dan peras airnya
2)      Buang ampas
3)      Minum air perasan air timunnya 3 x 1 hari

C.    TERAPI TUBUH

Terapi tubuh ini dilakukan dengan cara relaksasi progesif yang bertujuan agar klien bisa mengurangi beban klien, dan agar pikiran klien menjadi tenang.

Teknik relaksasi progesif ini yaitu antara lain :
1.      Lepaskan kacamata, arloji, sabuk
2.      Longgarkan pakaian,
3.      Duduk senyaman dan serileks mungkin
Bagian MATA
1.      Suruh klien pejamkan mata dengan menghirup udara dari hidung keluarkan dari mulut , hitung 5 detik lalu lepaskan, ulangi lagi
2.      Suruh klien kerutkan kening seperti orang silau, hitung 5 detik lalu lepaskan, ulangi lagi
3.      Suruh klien merapatkan rahang atas dan bawah bersamaan, hitung 5 detik lalu lepaskan , ulangi lagi

Bagian LEHER
Suruh klien tarik dahu hingga menyentuh dada sekuat mungkin, hitung 5 detik lalu lepaskan , ulangi lagi

Bagian TANGAN
1.      Suruh klien meluruskan tangan kanan dan buka tangan klien selebar mungkin lalu suruh tangannya mengepal, hitung 5 detik lalu lepaskan , ulangi lagi
2.      Suruh klien meluruskan tangan kanan, lalu tangan klien tekut hingga menyentuh lengan kanan ata
hitung 5 detik lalu lepaskan , lalu ulangi pada bagian tangan kiri

Bagian PUNDAK
Suruh klien mengangkangkat bagian pundak dan dekatkan hingga menyentuh kepala, hitung 5 detik lalu lepaskan , ulangi lagi

Bagian PERUT
Suruh klien kempiskan perutnya, hitung 5 detik lalu lepaskan , ulangi lagi

Bagian KAKI
1.      Suruh kaki kanan klien luruskan , angkat telapak kaki klien lalu letakkan kembali , hitung 5 detik lalu lepaskan
2.      Suruh kaki kanan klien menghentakkan kakinya ke lantai sekuat tenaga klien, hitung 5 detik lalu lepaskan, ganti dengan kaki kiri lakukan hal yang serupa

Setelah selesai dilakukan, posisikan klien serileks mungkin, pejamkan mata klien , tarik nafas dari hidung , keluarkan dari mulut, sambil berucap “ saya rileks”
























BAB IV
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Tanaman obat adalah tanaman yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit.
Cara pengolahan obat tradisional masih sederhana, yaitu sengan cara ditumbuk dan direbus
Dalam penggunaan tanaman obat tradisional tetap membutuhkan dosis yang tepat. Dalam segi penyembuhan meskipun tanaman herbal umumnya lebih lambat dalam pengobatan penyakit dibanding penyembuhan menggunakan Obat – obatan kimia, namun pengobatan secara tradisional menggunakan tanaman herbal jauh lebih aman bagi tubuh dengan sangat sedikit efek samping yang ditimbulkannya, bebas racun, mudah di produksi, menghilangkan akar penyakit, mudah diperoleh, murah dan mempunyai banyak khasiat.
                                                                             
B. Saran
1.      Bagi Penulis
Semoga dengan makalah ini diharapkan kami sebagai mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai terapi tradisional hipertensi agar terciptanya kesehatan masyarakat yang lebih baik.
2.      Bagi Pembaca
Diharapkan agar pembaca dapat mengetahui tentang terapi tradisional hipertensi lebih dalam sehingga dapat mengantisipasi terjadinya hipertensi yang lebih parah
3.     Bagi Petugas Kesehatan dan Institusi Pendidikan
Dapat menambah bahan pembelajaran dan informasi tentang terapi tradisional hipertensi.




DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Azwar. 1992. Antropologi Kesehatan Indonesia, Pengobatan Tradisional. Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Hariana, H. Arief. (2006). Tumbuhan Obat & Khasiatnya 3. Jakarta:Swadaya.

Isa. 2009. Gaya Hidup Sehat Alami. Jakarta: Tiens

Waluyo Srikandi. 2009. 100 Questions & Answer Diabetes.
Jakarta: Elex Media Komputindo


Tidak ada komentar:

Posting Komentar