MAKALAH
OBAT TRADISIONAL HIPERTENSI
Oleh :
Anik Wijayanti 20120986
Dedy Supriyanto
Lia Yunitasari
AKPER
MUHAMMADIYAH KENDAL
2014/2015
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT
bahwa kami telah menyelesaikan tugas makalah “OBAT TRADISIONAL HIPERTENSI” dalam bentuk makalah.
Makalah
ini disusun untuk membantu peserta didik keperawatan khususnya dan perawat pada
umumnya dalam
mempelajari konseptual keperawatan.
Dalam
penyusunan tugas atau materi ini tidak sedikit hambatan yang kami hadapi. Kami
merasa masih banyak kekurangan baik dalam teknik penulisan maupun materi,
mengingat akan kemampuan yang dimiliki kami. Namun kami menyadari bahwa
kelancaran dalam penyusunan makalah ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan
bimbingan orang tua, sehingga kendala – kendala yang kami hadapi dapat
teratasi.
Oleh
karena itu kami mengucapkan terimakasih kepada :
1. Direktur
Akper Muhammadiyah Kendal
2. Dosen pembimbing Nur Zuhri, S.Kep,Ns
3. Kedua
orang tua
4. Teman
– teman mahasiswa Akper Muhammadiyah Kendal
Harapan
Kami dengan makalah ini pengetahuan dan interest calon perawat terhadap
kemampuan nelakukan pendekatan asuhan keperawatan terhadap pasien atau klien
bertambah, sehingga para calon perawat lebih siap menghadapi problem
keperawatan secara efisien.
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL halaman
KATA
PENGANTAR............................................................................................ ii
DAFTAR
ISI.......................................................................................................... iii
BAB
I : PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang....................................................................... iii
B. Rumusan
Masalah.................................................................. iii
C. Tujuan..................................................................................... iii
D. Manfaat.................................................................................. iv
BAB
II : KONSEP
DASAR
A. TERAPI KIMIA.................................................................... 1
B. TERAPI TRADISONAL..................................................... 10
C. TERAPI FISIK.................................................................... 13
BAB VI : PENUTUP
A.
Kesimpulan............................................................................. 16
B.
Saran....................................................................................... 16
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia, Negara yang
memiliki begitu banyak keanekaragaman baik habitat, maupun flora dan fauna yang
dimilikinya. Keanekaragaman ini pula membuat Indonesia memiliki banyak
keanekaragaman hayati termasuk juga keanekaragaman tanaman obat tradisional
atau lebih sering dikenal dengan tanaman herbal.
Pada masyarakat modern ini, masyarakat belum begitu tahu tentang manfaat
apa saja yang dapat kita peroleh dari tanaman herbal untuk kesehatan, itu
dikarenakan masyarakat lebih mengenal obat – obatan dari bahan kimia, baik karena
anjuran dari resep dokter yang lebih sering memberikan resep untuk membeli obat
– obatan kimia di apotek atau pun karena mudah didapatkan di toko atau warung
terdekat, sehingga membuat masyarakat kurang mengetahui kelebihan tersendiri
yang dimiliki tanaman herbal ketimbang obat - obatan kimia yang biasa mereka
konsumsi, bahkan terkadang masyarakat saat membeli obat tidak begitu tahu
kandungan obat yang diresepkan oleh dokter.
B. Rumusan
Masalah
Adapun permasalahan yang akan
dibahas dalam makalah ini adalah :
1. Terapi kimia
2.
Terapi tradisional
3.
Terapi tubuh
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Adapun tujuan umum dari penulisan makalah ini yaitu
agar mahasiswa dapat mengetahui tentang asuhan keperawatan glomerulonefritis
akut.
2. Tujuan Khusus:
a.
Mahasiswa mampu mengetahui terapi kimia
pada penderita hipertensi
b.
Mahasiswa mampu mengetahui terapi
tradisional pada penderita hipertensi
c.
Mahasiswa mampu mengetahui terapi fisik
pada penderita hipertensi
D. Manfaat
a.
Agar mahasiswa mengetahui terapi kimia
pada penderita hipertensi
b.
Agar mahasiswa mengetahui terapi
tradisional pada penderita hipertensi
c.
Agar mahasiswa mengetahui terapi
tradisional pada penderita hipertensi
BAB II
KONSEP DASAR
A.
TERAPI KIMIA
1.
DIURETIK
Bekerja melalui
berbagai mekanisme untuk mengurangi curah jantung dan menyebabkan ginjal
meningkatkan ekskresi garam dan air.
Khasiat Diuretik :
berawal dari efeknya
meningkatkan ekskresi natrium, klorida, dan air, sehingga mengurangi volume
plasma dan cairan ekstrasel. TD turun akibat berkurangnya curah jantung,
sedangkan resistensi perifer tidak berubah pada awal terapi. Pada pemberian
kronik, volume plasma kembali tetapi masih kira-kira 5% dibawah nilai sebelum
pengobatan. Curah jantung kembali mendekati normal.TD tetap turun karena
sekarang resistensi perifer menurun. Vasodilatasi perifer yang terjadi kemudian
tampaknya bukan efek langsung tiazid tetapi karena adanya penyesuaian pembuluh
darah perifer terhadap pengurangan volume plasma yang terus-menerus.
Kemungkinan lain adalah berkurangnya volume cairan interstisial berakibat
berkurangnya kekakuan dinding pembuluh darah dan bertambahnya daya lentur
(compliance) vaskular.
a.
DIURETIK TIAZID
Menghambat reabsorpsi natrium dan klorida pada pars
asendens ansa henle tebal, yang menyebabkan diuresis ringan. Suplemen kalium
mungkin diperlukan karena efeknya yang boros kalium.
1)
TABLET
HYDROCLOROTHIAZIDE ( HTC )
Golongan
obat antihipertnsi ini merupakan obat antihipertensi yang prosesnya melalui
pengeluaran cairan tubuh via urin. Golongan antihipertensi ini cukup cepat
menurunkan tekanan darah namun dengan prosesnya yang melalui pengeluaran
cairan, ada kemungkinan besar potassium (kalium)
terbuang.
Sediaan obat : Tablet
Mekanisme kerja : mendeplesi
(mengosongkan) simpanan natrium sehingga volume darah, curah jantung dan
tahanan vaskuler perifer menurun. Dan menghambat reabsorpsi natrium dan klorida
dalam pars asendens ansa henle tebal dan awal tubulus distal. Hilangnya K+,
Na+, dan Cl- menyebabkan peningkatan pengeluaran urin 3x. Hilangnya natrium
menyebabkan turunnya GFR.
Farmakokinetik : diabsorbsi
dengan baik oleh saluran cerna. Didistribusi keseluruh ruang ekstrasel dan
hanya ditimbun dalam jaringan ginjal.
Indikasi : digunakan
untuk mengurangi udema akibat gagal jantung, cirrhosis hati, gagal ginjal
kronis, hipertensi, Obat awal yang ideal untuk hipertensi, edema kronik,
hiperkalsuria idiopatik. Digunakan untuk menurunkan pengeluaran urin pada
diabetes inspidus (GFR rendah menyebabkan peningkatan reabsorpsi dalam nefron
proksimal, hanya berefek pada diet rendah garam)
Kontraindikasi : hypokalemia,
hypomagnesemia, hyponatremia, hipertensi pada kehamilan, hiperurisemia,
hiperkalsemia, oliguria, anuria, kelemahan, penurunan aliran plasenta, alergi
sulfonamide, gangguan saluran cerna.
Tingkat Keamanan Menurut FDA : Katagori
C
Dosis :
-
Dewasa
25 – 50 mg/hr
-
Anak
0,5 –
1,0 mg/kgBB/ 12 – 24 jam
b.
LOOP DIURETIC
Lebih potensial dibandingkan tiazid dan harus digunakan
dengan hati-hati untuk menghindari dehidrasi. Obat-obat ini dapat mengakibatkan
hipokalemia, sehingga kadar kalium harus dipantau ketat. (Furosemid/Lasix)
1)
FUROSEMIDE
Nama paten : Cetasix,
farsix, furostic, impungsn, kutrix, Lasix, salurix, uresix.
Sediaan obat : Tablet, capsul,
injeksi.
Mekanisme kerja : mengurangi
reabsorbsi aktif NaCl dalam lumen tubuli ke dalam intersitium pada ascending
limb of henle dan menghambat reabsorpsi klorida dalam pars asendens ansa henle
tebal. K+ banyak hilang ke dalam urin.
Indikasi : Diuretik
yang dipilih untuk pasien dengan GFR rendah dan kedaruratan hipertensi. Juga
edema, edema paru dan untuk mengeluarkan banyak cairan. Kadangkala digunakan
untuk menurunkan kadar kalium serum.Edema paru akut, edema yang disebabkan
penyakit jantung kongesti, sirosis hepatis, nefrotik sindrom, hipertensi.
Kontraindikasi : wanita hamil dan menyusui
Efek samping : pusing.
Lesu, kaku otot, hipotensi, mual, diare. Hiponatremia, hipokalemia, dehidrasi,
hiperglikemia, hiperurisemia, hipokalsemia, ototoksisitas, alergi sulfonamide,
hipomagnesemia, alkalosis hipokloremik, hipovolemia.
Interaksi obat : indometasin
menurunkan efek diuretiknya, efek ototoksit meningkat bila diberikan bersama
aminoglikosid. Tidak boleh diberikan bersama asam etakrinat. Toksisitas
silisilat meningkat bila diberikan bersamaan.
Tingkat Keamanan Menurut FDA : Katagori C
Dosis
:
-
Dewasa
40 mg/hr
-
Anak
2 – 6 mg/kgBB/hr
2. ANTI ADRENERGIK
Agonis adrenergik meningkatkan tekanan darah
dengan merangsang jantung (reseptor ß1) dan/atau membuat konstriksi pembuluh
darah perifer (reseptor α1). Pada pasien hipertensi, efek adrenergik dapat
ditekan dengan menghambat pelepasan agonis adrenergik atau melakukan
antagonisasi reseptor adrenergik.
1)
Penghambat pelepasan
adrenergik prasinaptik;
Dibagi menjadi antiadrenergik “sentral” dan “perifer”.
Antiadrenergik sentral mencegah aliran keluar simpatis (adrenergic) dari otak
dengan mengaktifkan reseptor α2 penghambat. Antiadrenergik perifer mencegah
pelepasan norepinefrin dari terminal saraf perifer (misal yang berakhir di
jantung). Obat-obat ini mengosongkan simpanan norepinefrin dalam
terminal-terminal saraf.
2) Blocker
alfa dan beta
Bersaing dengan agonis
endogen memperebutkan reseptor adrenergik. Penempatan reseptor α1 oleh
antagonis menghambat vasokontriksi dan penempatan reseptor ß1 mencegah
perangsangan adrenergik pada jantung.
(a)
ANTAGONIS
RESEPTOR BETA
Bekerja pada reseptor Beta jantung untuk menurunkan
kecepatan denyut dan curah jantung.
(1)
ASEBUTOL
(BETA BLOKER)
Nama Paten : sacral, corbutol,sectrazide.
Sediaan obat : tablet, kapsul.
Mekanisme kerja : menghambat efek isoproterenol, menurunkan aktivitas
renin, menurunka outflow simpatetik perifer.
Indikasi : hipertensi, angina pectoris, aritmia,feokromositoma,
kardiomiopati obtruktif hipertropi, tirotoksitosis.
Kontraindikasi : gagal jantung, syok kardiogenik, asma, diabetes
mellitus, bradikardia, depresi.
Efek samping : mual, kaki tangan dingin, insomnia, mimpi buruk, lesu
Interaksi obat : memperpanjang keadaan hipoglikemia bila diberi
bersama insulin. Diuretic tiazid meningkatkan kadar trigleserid dan asam urat
bila diberi bersaa alkaloid ergot. Depresi nodus AV dan SA meningkat bila
diberikan bersama dengan penghambat kalsium
Dosis : 2 x 200 mg/hr (maksimal 800 mg/hr).
Tingkat Keamanan Menurut FDA : Kategori C
(2)
ATENOLOL
(BETA BLOKER)
Golongan ini
merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah bekerja
dengan melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar pembuluh
darah.
Nama paten : Betablok, Farnomin, Tenoret, Tenoretic, Tenormin,
internolol.
Sediaan obat :
Tablet
Mekanisme kerja : pengurahan curah jantung disertai vasodilatasi
perifer, efek pada reseptor adrenergic di SSP, penghambatan sekresi renin
akibat aktivasi adrenoseptor di ginjal.
Indikasi : hipertensi ringan – sedang, aritmia
Kontraindikasi : gangguan konduksi AV, gagal jantung tersembunyi,
bradikardia, syok kardiogenik, anuria, asma, diabetes.
Efek samping : nyeri otot, tangan kaki rasa dingin, lesu, gangguan
tidur, kulit kemerahan, impotensi.
Interaksi obat : efek hipoglikemia diperpanjang bila diberikan bersama
insulin. Diuretik tiazid meningkatkan kadar trigliserid dan asam urat. Iskemia
perifer berat bila diberi bersama alkaloid ergot.
Dosis : 2 x 40 – 80 mg/hr
Tingkat Keamanan Menurut FDA : Kategori C
3. VASODILATOR
Contoh vasodilator antara lain:
a. Penghambat
angiotensin converting enzyme (ACE)
Menekan
sintesis angiotensin II, suatu vasokonstriktor poten. Selain itu, penghambat
ACE dapat menginduksi pembentukan vasodilator dalam tubuh.
ACE INHIBITOR
Berfungsi untuk
menurunkan angiotensin II dengan menghambat enzim yang diperlukan untuk
mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II. Hal ini menurunkan tekanan darah
baik secara langsung menurunkan resisitensi perifer. Dan angiotensin II
diperlukan untuk sintesis aldosteron, maupun dengan meningkatkan pengeluaran
netrium melalui urine sehingga volume plasma dan curah jantung menurun.
1)
KAPTOPRIL
Nama paten :
Capoten, Zestril
Sediaan obat :
Tablet
Mekanisme kerja :
menghambat enzim konversi angiotensin sehingga menurunkan angiotensin II yang
berakibat menurunnya pelepasan renin dan aldosterone.dan menghambat ACE pada
paru-paru, yang mengurangi sintesis vasokonstriktor, angiotensin II. Menekan
aldosteron, mengakibatkan natriuesis. Dapat merangsang produksi vasodilator
(bradikinin, prostaglandin).
Indikasi :
hipertensi, gagal jantung. hipertensi, terutama berguna untuk hipertensi dengan
rennin tinggi. Obat yang disukai untuk pasien hipertensi dengan
nefropatidiabetik karena kadar glukosa tidak dipengaruhi.
Kontraindikasi :
hipersensivitas, hati – hati pada penderita dengan riwayat angioedema dan
wanita menyusui. Dan semua penghambat ACE : dosis pertama hipotensi, pusing,
proteinuria, ruam, takikardi, sakit kepala. Kaptopril jarang menyebabkan
agrunolositosis atau neutropenia.
Dosis : 2
– 3 x 25 mg/hr.
Tingkat keamanan obat menurut (FDA) : Meskipun ACE Inhibitor dan ARBs memiliki factor
resiko kategori C pada kehamilan
trimester satu, dan kategori D pada trimester dua dan tiga
Efek samping :
batuk, kulit kemerahan, konstipasi, hipotensi, dyspepsia, pandangan kabur,
myalgia.
Interaksi obat :
hipotensi bertambah bila diberikan bersama diuretika. Tidak boleh
diberikan bersama dengan vasodilator seperti nitrogliserin atau preparat nitrat
lain. Indometasin dan AINS lainnya menurunkan efek obat ini. Meningkatkan
toksisitas litium.
NAMA
OBAT ANTI HIPERTENSI YANG BEREDAR DI PASARAN
Tabel (Deuritik)
|
Gol.Obat
|
Merek
dagang
|
Indikasi
|
Kontraindikasi
|
Efek
Obat
|
|
Tiazid
|
Hydrodiuril
|
Ideal untuk hipertensi, dan edema-kronik
|
Ibu hamil, anuria
|
Hipokalemia,
Hiperglikemi,Oliguria, anuria, hiperkalsemia
|
|
Loop
diuretic
|
Lasik (furosemid)
|
Untuk darurat hipertensi, edema, dan edema paru
|
Kekurangan elektrolit, anuria
|
Dehidrasi, hipokalemia, hiperglikemi, hipovolemia
|
|
Antagonis
reseptor aldosteron
|
Midamor (amilorid)
|
Dapat mengoreksi
alkalosis metabolik
|
Hiperkalemia berat dengan suplemen kalsium
|
Hiperkalemia, kekurangan natrium atau air
|
Tabel (Simpatolitik)
|
Gol. Obat
|
Merek
dagang
|
Indikasi
|
Kontraindikasi
|
Efek
Obat
|
|
α
– blocker
|
Klonidin
(Catapresan)
|
Baik untuk hipertensi
|
Bradikardi,hipotensi,sindrom simpul sinus
|
Mulut kering, hipotensi, bradikardi, sedasi
|
|
β
– blocker
|
Atenolol (Tenormin)
|
Baik untuk hipertensi ringan dan sedang
|
Diabetes berat, bradikardi, gagal jantung, asma
|
Depresi dan sedasi susunan saraf pusat
|
Tabel (Penghambat Angiotensin)
|
Gol.
Obat
|
Merek
Dagang
|
Indikasi
|
Kontraindikasi
|
Efek
Obat
|
|
ACE
inhibitor
|
Kaptopril
(Capoten)
|
Hipertensi dengan renin tinggi,
|
Hipotensi, pusing, ruam, takikardi
|
|
|
ARB
|
Losartan (Lozaar)
|
Hipertensi esensial
|
Gangguan fungsi ginjal, anak-anak, kehamilan, masa
menyusui
|
Vertigo, ruam kulit, gangguan ortostatik
|
Tabel (Vasodilatator)
|
Gol.Obat
|
Merek
dagang
|
Indikasi
|
Kontraindikasi
|
Efek
Obat
|
|
Hidralazin
|
Apresoline
|
Hipertensi sedang
|
Penyakit jantung iskemik
|
Retensi cairan, palpitasi, refleks takikardi
|
|
Monoksidil
|
Loniten
|
Hipertensi yang belum terkontrol
|
Penyakit jantung iskemik
|
Lesi otot jantung, hidralazin, hirsutisme,
|
|
Nitroprusid
|
Nipride
|
Krisis hipertensi
|
Hipotensi berat, hepatotoksisitas
|
B.
TERAPI TRADISONAL
1. MENGKUDU
Merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat
nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting,
tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, adalah salah
satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang luar biasa.
Bahan-Bahan yang disiapkan
:
1) 2 Mengkudu
2) Jahe
3) Kunyit
4) Kapulogo
5) Cengkeh
6) Daun
Sirih, dan
7) Kayu
manis
Caranya :
1)
Siapkan bahan bahan diatas
direbus dalam 350ml Air.
2)
Ambil mengkudu, jahe, kunyit,
kapulogo, cengkeh, daun sereh, dan kayu manis.
3)
Setelah di potong-potong,
ukuran sedang agar sari patinya cepat keluar.
4)
Lalu direbus Gunakan api
yang sedang.
5)
Setelah 20 menit, obat
herbal penurun hipertensi dengan buah mengkudu tersebut siap di minum.
-
Di anjurkan diminum sehari
3x. Pada pagi hari setelah bangun tidur.
-
Secara sederhana kita juga
dapat membuat dengan mengupas kulitnya, peras sambil di saring. Kemudian
langsung diminum dengan madu.
2. SELEDRI
Khasiat
seledri untuk mengurangi tekanan darah sudah dipraktikkan masyarakat sejak
lama. Dalam ilmu botani, daun seledri dikatakan memiliki kandungan Apigenin
yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah dan Phthalides yang dapat
mengendurkan otot-otot arteri atau membuat rileks pembuluh darah. Kandungan
itulah yang mengatur aliran darah yang memungkinkan pembuluh darah membesar dan
mengurangi tekanan darah. Meski tidak secara langsung efeknya terasa, tetapi
lambat laun pegal dan rasa berat di bagian kepala dan leher belakang segera
mereda.
Caranya :
1) Ambillah
segenggam daun seledri lalu tumbuk sampai halus
2) Kemudian
campur dengan air matang dan saringlah pada sebuah kain bersih / saringan
halus. Usahakan air saringan sampai satu gelas
3) Diamkan
selama satu jam baru diminum dengan sedikit ampas
4) Minum
secara rutin setiap pagi dan sore
3. WORTEL
Selain sebagai penyedia vitamin A, Wortel juga bermanfaat untuk
pencegahan timbulnya penyakit Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi,
penyakit jantung, penangkal kanker dan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam
tubuh. Wortel sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak maupun
dewasa karena wortel juga kaya akan vitamin C, vitamin K dan potasium.
Caranya :
1)
Cuci wortel hingga bersih
2)
Setelah bersih potong – potong seperlunya
3)
Blender sampai lembut saring
4)
Minum ramuan herbal wortel 3 x 1 hari, lakukan secara
rutin
4. MELON
Melon bisa membantu mengatasi masalah tekanan darah tinggi karena
mengandung asam amino (citruline). Buah melon juga memiliki sifat dierik
sehingga bisa digunakan untuk menjaga ataupun membantu menyembuhkan penyaklt
ginjal. Tak hanya itu, kandungan edenosine pada buah melon juga berkhasiat
untuk mencegah ataupun menghentikan penggumpalan darah, serta bekerja untuk
melancarkan peredaran sel-sel darah merah. Dengan demikian, buah melon juga
bisa dimanfaatkan untuk membantu memperkecil rislko serangan jantung.
Caranya :
1)
Satu buah melon segar
berukuran kecil dicuci bersih dengan air mengalir lalu potong menjadi 16 bagian
2)
Untuk menghindari
tekanan darah yang turun drastis, maka Anda hanya disarankan untuk mengambil
dua bagian buah tersebut lalu dikupas kulitnya.
3)
Dua
kali sehari setelah makan pagi ataupun makan siang.
5. TIMUN
Khasiat mentimun untuk darah tinggi
sangat baik. Alasannya tak lain adalah sifat uretic pada mentimun yang terdiri
dari 90% air mampu mengeluarkan kandungan garam dari dalam tubuh. Mineral yang
kaya dalam buah mentimun memang mampu mengikat garam dan dikeluarkan melalui
urin.
Caranya :
1)
Ambil buah timun, cuci hingga bersih
2)
Kukus dan dinginkan
3)
Makan 1 x 1 hari atau
Atau
1)
Haluskan atau parut satu buah timun dan peras airnya
2)
Buang ampas
3)
Minum air perasan air timunnya 3 x 1 hari
C.
TERAPI TUBUH
Terapi tubuh ini
dilakukan dengan cara relaksasi progesif yang bertujuan agar klien bisa
mengurangi beban klien, dan agar pikiran klien menjadi tenang.
Teknik relaksasi
progesif ini yaitu antara lain :
1. Lepaskan kacamata,
arloji, sabuk
2. Longgarkan pakaian,
3. Duduk senyaman dan
serileks mungkin
Bagian MATA
1. Suruh klien pejamkan
mata dengan menghirup udara dari hidung keluarkan dari mulut , hitung 5 detik
lalu lepaskan, ulangi lagi
2. Suruh klien kerutkan kening
seperti orang silau, hitung 5 detik lalu lepaskan, ulangi lagi
3. Suruh klien
merapatkan rahang atas dan bawah bersamaan, hitung 5 detik lalu lepaskan ,
ulangi lagi
Bagian LEHER
Suruh klien tarik
dahu hingga menyentuh dada sekuat mungkin, hitung 5 detik lalu lepaskan ,
ulangi lagi
Bagian TANGAN
1. Suruh klien
meluruskan tangan kanan dan buka tangan klien selebar mungkin lalu suruh
tangannya mengepal, hitung 5 detik lalu lepaskan , ulangi lagi
2. Suruh klien
meluruskan tangan kanan, lalu tangan klien tekut hingga menyentuh lengan kanan
ata
hitung 5 detik lalu
lepaskan , lalu ulangi pada bagian tangan kiri
Bagian PUNDAK
Suruh klien
mengangkangkat bagian pundak dan dekatkan hingga menyentuh kepala, hitung 5
detik lalu lepaskan , ulangi lagi
Bagian PERUT
Suruh klien kempiskan
perutnya, hitung 5 detik lalu lepaskan , ulangi lagi
Bagian KAKI
1. Suruh kaki kanan
klien luruskan , angkat telapak kaki klien lalu letakkan kembali , hitung 5
detik lalu lepaskan
2. Suruh kaki kanan
klien menghentakkan kakinya ke lantai sekuat tenaga klien, hitung 5 detik lalu
lepaskan, ganti dengan kaki kiri lakukan hal yang serupa
Setelah selesai
dilakukan, posisikan klien serileks mungkin, pejamkan mata klien , tarik nafas
dari hidung , keluarkan dari mulut, sambil berucap “ saya rileks”
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Tanaman
obat adalah tanaman yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam
penyembuhan maupun pencegahan penyakit.
Cara pengolahan obat tradisional masih
sederhana, yaitu sengan cara ditumbuk dan direbus
Dalam penggunaan tanaman obat
tradisional tetap membutuhkan dosis yang tepat. Dalam segi penyembuhan meskipun
tanaman herbal umumnya lebih lambat dalam pengobatan penyakit dibanding
penyembuhan menggunakan Obat – obatan kimia, namun pengobatan secara
tradisional menggunakan tanaman herbal jauh lebih aman bagi tubuh dengan sangat
sedikit efek samping yang ditimbulkannya, bebas racun, mudah di produksi,
menghilangkan akar penyakit, mudah diperoleh, murah dan mempunyai banyak
khasiat.
B. Saran
1.
Bagi Penulis
Semoga dengan makalah ini diharapkan kami sebagai
mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai terapi
tradisional hipertensi agar terciptanya kesehatan masyarakat yang lebih baik.
2.
Bagi Pembaca
Diharapkan agar pembaca dapat mengetahui tentang terapi
tradisional hipertensi lebih dalam sehingga dapat mengantisipasi terjadinya
hipertensi yang lebih parah
3. Bagi Petugas
Kesehatan dan Institusi Pendidikan
Dapat menambah bahan pembelajaran dan informasi
tentang terapi tradisional hipertensi.
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Azwar. 1992. Antropologi Kesehatan Indonesia, Pengobatan
Tradisional. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Hariana,
H. Arief. (2006). Tumbuhan Obat &
Khasiatnya 3. Jakarta:Swadaya.
Isa.
2009. Gaya Hidup Sehat Alami.
Jakarta: Tiens
Waluyo
Srikandi. 2009. 100 Questions &
Answer Diabetes.
Jakarta:
Elex Media Komputindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar